?

Log in

m1zum0ch1
09 January 2012 @ 10:05 am
Judul : Belenggu
Pairing : tegomassu, tegoryo, koyatego, and tegopi
(tego maruk, banyak amat pairing na)
Disclaim : standar >w<

Prolog
…….
Kimi no warau koe ga suki
Shiawase da yo koko ni itara
…..

Tegoshi menraih Hpnya dan tanpa membuka mata menjawab..

“moshi..moshi..”

“Tegoshi…” suara Koyama .. “…Massu…”

Cukup hanya dengan menyebut nama Massu rasa kantuk terbang meninggalkan Tegoshi. Terlebih setelah mendengarkan penjelasan Koyama.

Dan..

Disinilah ia sekarang sejam setelah mendapatkan telepon dari Koyama, duduk di kursi rumah sakit yang sama sekali tak nyaman sambil menatap wajah Massu yang masih belum sadarkan diri. Sejauh pengetahuannya, Shoko menemukan Massu dengan botol pil obat tidur yang telah kosong dan tak sadarkan diri. Tidak diketahui apa penyebab Massu mengkonsumsi obat tidur tersebut secara berlebihan, kecuali sebelum ditemukan Shoko mendegar suara tangisan Massu.

Gemetaran, ia meraih dan mengenggam tangan Massu yang tergeletak tak bertenaga di atas tempat tidur. Perlahan ia ciumin satu persatu buku-buku jari Massu, tak habis piker kenapa kekasihnya itu melakukan hal yang bodoh seperti meminum obat over dosis.

----~w~----

Suara isak tangis dan genggaman erat ditangannya, mengantarkan Massu kembali kealam sadar. Membuka mata perlahan dan melihat keadaan sekeliling. Ini bukan kamarnya dan bukan pula di rumahnya. Dan orang yang mengenggam tangannya ternyata adalah Tegoshi.

“Tegoshi…”

“Massu… Massu… akhirnya kau sadar juga.” melepaskan gengamannya, Tegoshi memeluk Massu.

“Apa yang terjadi?”

“Kakakmu menemukan mu dikamar dengan botol obat tidur yang sudah kosong. Apa yang kau pikirkan, baka!!”

Mendengar kata-kata Tegoshi, Massu kembali teringat kembali alasan yang membuatnya meminum obat tidur agar ia dapat tidur dengan tenang. Perlahan ia mendorong Tegoshi, menjauh darinya. Hal ini tentu saja membuat Tegoshi heran.

“Massu..”

“Aku melihatmu tidur dengan Koyama dan Pi.”

“Lalu…”

“Lalu?” Massu mulai merasakan amarahnya bangkit. “Kau bilang lalu?! Kau tidur dengan Koyama dan Pi! Dan kau masih bilang lalu?! Setelah kejadian di Hotel kau meminta kesempatan kedua dan berjanji tidak mengulanginya! Tapi kemarin aku melihatmu tidur dengan Koyama dan PI!!.”
Sesaat, Tegoshi terdiam mendengar amarah massu yang dijabarkan dengan sura yang rendah sebelum akhirnya kata-kata yang di ucapkan Massu diserap oleh otak yang entah kenapa tiba-tiba menjadi lambat dalam mencerna kata-kata.

“Jadi sebelum acara marching J, kau datang ke apartemenku?”

Massu sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tegoshi. Ia bahkan menolak untuk menatap wajah Tegoshi.

“Kau memang melihatku tidur dengan Kei-chan dan Pi. Tapi kami sama sekali tidak melakukan apapun. Aku mengundang Pi dan Kei-Chan karena aku sedih dan tidak ingin sendiri”

“Jika kau tak ingin sendiri kenapa tidak memanggilku?!” potong Massu

“Maaf” ucap tegoshi lirih “seharusnya aku memang memanggilmu. Tapi akhir-akhir ini hubungan kita sangat rengang. Kita sangat jarang sekali bertemu dan aku rasa kita semakin menjauh. Aku takut jika aku menelfon dan memintamu untuk datang dan menemaniku, itu hanya akan memberatkamu.”

“Memberatkan ku? Kenapa kau punya pemikiran seperti itu?” Tanya Massu “ Jangan membuat alasan! Aku pernah mengatakan kepadamu, jika kau memang tidak menginkan hubungan ini terus berlanjut, tolong katakana baik-baik padaku. Jangan menikamku dari belakang!”

“Tidak!” Tegoshi kembali meraih tangan Massu. “Aku sama sekali tidak mencari alasan. Setelah…setelah kejadian di hotel, kau memang memberikan kesempatan kedua padaku. Tapi kau sama sekali tidak mengucapkan kata kalau kau memafkanku.” Tegoshi segera melanjutkan ketika ia lihat Massu ingin menyela. “ Aku tahu, aku tidak pantas mendapatkan maafmu, dan seharusnya bersyukur aku tidak kehilanganmu. Tapi akhir-akhir ini kita sangat jarang bertemu. Aku merasa semakin menjauh. Aku merasa tak aman,.. karena itulah.. karena itulah aku meminta Kei-chan dan Pi datang karena aku butuh orang yang mau mendegarkan keluhku.” Mendekati akhir penjelasannya, suara Tegoshi semakin gemetar karena tangis. “Seharusnya aku memintamu untuk datang dan bukannya menghubungi Kei-chan dan Pi. Maafkan aku..maafkan aku..” Tegoshi membenamkan mukanya ketelapak tangan Massu.

Massu mengehela nafas mendengar penjelasan Tegoshi.

“Jadi kau benar-benar tidak melakukan apapun dengan Koyama dan Pi?”

Tegoshi menggeleng.

Massu perlahan menarik tangannya dari genggaman Tegoshi. Tindakan ini jelas membuat Tegoshi cemas, namun ketakutan di matanya lenyap ketika Massu menariknya dalam pelukan hangat yang dirindukannya.

“Maaf kan aku, jika akhir akhir ini aku jarang memperhatikan mu dan menyebakan semua kesalah pahaman yang tidak perlu ini” ucap Massu di telinga Tegoshi dan kemudian mencium Tegoshi.

Untuk pertama kalinya hari itu tegoshi tersenyum .. “Bukan hanya kau yang salah. Aku juga salah. Seharusnya aku lebih berani mengungkapkan perasaanku. Jika demikian, kau pasti tidak akan melakukan percobaan bunuh diri.”

“eh? Percobaan bunuh diri?” Massu mengerjap melihat Tegoshi “Siapa yang mau bunuh diri?”

“kau..”

“aku? Kenapa aku mau bunuh diri?” ucap Massu

“Tapi, Shoko san menemukanmu dengan botol obat tidur yang sudah kosong”
“Memangnya kenapa?. Semalam aku sudah tidur, jadi aku memutuskan untuk minum obat tidur.”

“Berapa banyak obat yang kau minum?”

“Dua.” Massu mengacungkan dua jarinya seperti anak TK yang masih polos “Tapi setelah 30 menit tidak ada reaksi. Aku minum empat butir lagi.”

“Tapi itu kan sudah over dosis?!”

“Over dosis? Tidak mungkin!” bantah Massu “Aturannya mengatakan maksimal 4 butir pil sekali konsumsi. Aku kan tidak melanggar aturan pemakaian.Pertama aku minum dua, itu masih sesuai aturan kan? Lalu empat, itu juga kan masih sesuai aturan pakai! Lain halnya kalau aku minum 6 butir pil sekaligus. Kalau itu baru namanya over dosis!”

Mendengar penjelasan Massu, tegoshi pun tak dapat menahan tawanya. Memang tidak mungkin Massu melakukan percobaan bunuh diri. Dia hanya terlalu polos mengartikan aturan pemakaian obat.

Massu tersenyum menatap Tegoshi tertawa lepas untuk pertama kalinya sejak konsel NEWS lLive Live Live. Bukan tawa seorang idol tapi tawa seorang Tegoshi Yuya, kekasihnya. Kelihatannya, Ia tidak akan pernah lepas dari Tegoshi. Mungkin sudah takdirnya terbelunggu dalam cinta tunk mahluk cantik dihdapannya ini. Dengan pemikiran demikian, ia kembali memeluk Tegoshi yang masih tertawa lepas sama sekali tidak menyari kedua orang tuanya beserta 4 member NewS lainnya mengintip dari sela pintu yang agak terbuka.

----~w~----

Owari!!!!

Arigatou dah baca

Sampai ketemu di ff selanjutnya (^o^)//
Kalau ada…. XDDD
 
 
Current Mood: accomplishedaccomplished
 
 
m1zum0ch1
09 January 2012 @ 09:01 am
Part 3/3

Judul : Belenggu
Pairing : tegomassu, tegoryo, koyatego, and tegopi
(tego maruk, banyak amat pairing na)
Disclaim : standar >w<

Massu menutup kembali pintu kamar Tegoshi. Tangannya terkepal. Pemandangan yang baru saja dilihatnya bukanlah hal yang ingin dilihatnya. Tegoshi, Koyama dan Pi tidur berpelukan tanpa sehelai benang pun di atas tempat tidur Tegoshi didalam apartemen Tegoshi! Andai ia tahu pemandangan ini yang akan di lihatnya, lebih baik ia lansung ke jimusho dan menunggu tegoshi disana. Bukannya datang ke apartemen Tegoshi.

----~w~----

“Tegoshi… Tegoshi… Bangun!!”

Malas-malasan Tegoshi membuka kedua matanya dan disuguhi pemandangan half naked Koyama dan Yamapi.

“Akhirnya , sang putrid kembali juga ke dunia nyata. Susah sekali membangunkanmu.” Sindir Pi sambil turun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi.

“Uuurrrghhh…gomen, ” guman Tegoshi dan kembali memeluk bantal, berniat tidur kembali.

Koyama yang kesal melihat kelakuan Tegoshi, tanpa belas kasihan mendorong Todhi sampai jatuh dari tempat tidur. “Bangun! Kita harus ke jimusho dan bersiap untuk acara marching J hari ini. Kau harus cepat membersakan mukamu yang kacau itu!” perintah Koyama sambil berjalan menuju pintu. Karena kamar mandi digunakan oleh Pi, maka terpaksa Koyama menggunakan kamar mandi di dekat ruang cuci.

Sepeninggal Koyama, Tegoshi melangkah ke depan cermin dan menatap pantulan dirinya. Koyama benar. Mukanya benar-benar kacau. Hidung merah, mata merah dan bengkak, plus di tambah sakit kepala yang baru disadarinya. “Beginilah yang kau dapatkan jika kau menangis semalaman”. Ucap tegoshi kepada banyangannya sendiri di cemin.

Tegoshi menghela nafas dan berbalik menatap foto NEWS yang terpajang di dinding kamarnya. Perhatiannya fokus kepada gambar Massu, orang yang menyebabkan ia menangis semalam dan memaksanya memanggil Koyama dan Pi karena ia butuh pendapat dari orang lain soal hubungannya dengan Massu. Untunglah Koyama dan Pi bersedia datang dan membantunya meskipun ia menelpon keduanya jam 12 malam!

“Ini anak kenapa masih di depan cermin. Mandi sana!”

Tegoshi meringis mendengar perintah Pi yang baru keluar dari kamar mandi, tapi ia tak membantah Pi. Menyambar handuk, ia bergegas ke kamar mandi.

----~w~----

“Ohayou!!”

Tegoshi, Koyama dan Pi membuka pintu ruangan yang khusus di sediakan untuk NEWS.

“Ohayou.” Balas Shige dan Ryo yang telah ada lebih dahulu dalam ruangan.

“Eh, hanya kalian berdua? Massu mana?” Tanya Tegoshi sambil menghempaskan diri di sofa tepat disamping Shige.

Tanpa mengalihkan perhatian dari majalah yang di bacanya, Shige menjawab. “Belum datang, Kau kan tahu sendiri kalau dia itu suka telat. Paling dia nanti datangnnya ketika acara akan dimulai.”

Tegoshi menyandarkan kepalanya ke ssandaran sofa. Shige benar, Massu pasti terlambat datang. Sayang sekali. Padahal ia berharap bisa bertemu dan berbicara dengan Massu sebelum acara di mulai. Tapi bukan Massu namanya jika tidak datang terlambat.

Tak lama menuggu, pintu ruangan terbuka dan seorang pria dengan kartu pengenal di dadanya masuk keruangan. “NEWS, silahkan ke podium.” Membukukkan badan, pria yang pastinya adalah salah satu staff bersiap untuk mengundurkan diri.
“Massu belum datang.” Ujar Tegoshi.

“Masuda – san sudah menunggu di dekat podium.” Jawab pria itu sambil menutup pintu kembali.

“Massu sudah datang tapi tidak kesini?” gumam Tegoshi.

“ Sudah! Jangan di pikirkan. Siapa tau dia baru datang dan tak sempat kesini. Makanya dia lansung ke podium.” Koyama menjawab pertanyaan Tegoshi, sambil menyeret member termuda NEWS tersebut keluar dari ruangan dan menuju podium.

----~w~----

Setelah acara Marching J

“Kalian melihat Massu?”

“Tadi aku melihatnnya dengan Nakamaru.” Jawab Ryo.

Tanpa membuang waktu, Tegoshi bergegas menuju ruangan yang disediakan untuk KAT-TUN. Tetapi sesampainya di sana, rungan tersebut telah kosong. Setelah bertanya dengan salah satu staff, ternyata KAT-TUN dan Masuda-san telah pulang. Mengetahui hal tersebut, Tegoshi berusaha menghubungi Massu melalui HP, tapi panggilannya sama sekali tak dijawab.

Tegoshi menghela nafas. Ada sesuatu yang tak beres. Massu seperti menghindarinya. Jika soal Ryo, meski tak terucapkan bukankah Massu bersedia memberi kesempatan kedua? Lalu kenapa Massu kelihatan menghindari bertemu dengannya? Di atas panggung tadi pun, meski bibir Massu tersenyum tetapi matanya tidak. Ada sesuatu yang aneh, tapi Tegoshi sama sekali tidak bisa memikirkan alasan tingkah Massu yang aneh hari ini.

“Tegoshi.”

Tegoshi menoleh dan melihat Koyama berjalan kearahnya.

“Apa kau sudah bertemu dengan Massu?”

“Belum. Menurut salah satu staff, tadi dia sudah pulang dengan KAT-TUN. Kei-chan, ini aneh sekali. Kenapa Massu pulang dengan KAT-TUN dan bukan dengan kita. Sudah seminggu lebih, aku tidak bertemu dengan dia.” Keluh Tegoshi, khawatir.

“Kau jangan berpikiran yang aneh-aneh. Mungkin dia sudah lama tidak bertemu dengan Nakamaru, makanya ia memutuskan untuk pergi dengan Nakamaru. Kau tau sendirikan bagaimana akrabnya mereka. Sebaiknya sekarang kau pulang, setelah semalam, kau perlu istirahat. Aku sudah membawakan tas mu. Ayo aku antarkan?”

Tak membantah Tegoshi pun mengikuti langkah Koyama menuju parkiran. Tanpa mengetahui bahwa Massu mendegar pembicaraannya dengan Koyama dan mengambil kesimpulan yang keliru.

----~w~----

“Tadaima.”

Tegoshi membuka pintu apartemennya dan lansung disambut oleh bola bulu yang bernama skull.

Tegoshi tersenyum melihat skull yang telah menunggunya di depan pintu. “Gomen skull, tadi pagi aku lupa meninggalkan makananmu. Maaf, tadi pagi aku terburu-buru. Sekarang kau pasti sudah lapar. Ayo!! Ku ambilkan makananmu.”

Tegoshi beranjak menuju ruangan tengah. Tapi langkahnya terhenti ketika menyadari bahwa Skull masih berdiri di depan pintu, seperti sedang menunggu kedangan seseorang selain Tegoshi.

“Skull, Koyama dan Pi sudah pulang. Jadi mereka tidak akan datang hari ini. Mungkin lain kali.” Tegoshi berjalan kea rah skull, bermaksud menggendong anjingnya tersebut. Tapi dibatalkan ketika ia melihat Skull mengendus-endus sandal rumah yang biasa di kenakan oleh Massu.

“Skull, apa kau menunggu Massu?”

Skull menyalak satu kali sambil menatap majikannya dan kemudian kembali menatap pintu.

“Skull, apa Massu datang kesini tadi?”

Kembali Skull menyalak satu kali membenarkan pertanyaan majikannya.

Tegoshi tersenyum. Jadi Massu datang terlambat karena ingin menjemputnya. Tapi sayangnya iia, Koyama dan Pi telah pergi terlebih dahulu. Mungkin karena itulah Massu merajuk dan tak menjawab panggilan teleponnya. Tegoshi tertawa kecil. “Salah sendiri dating tanpa pemberitahuan, kalau aku tau kau akan datang menjemput. Pasti akan kutunggu.” Ucapnya seraya mengendong Skull menuju dapur.

----~w~----
Present Time

Massu menatap jam di dinding kamarnya. 2.30 dini hari. Kepalanya sakit dan matanya tak mau terpejam. Terngiang kembali ucapan Koyama kepada Tegoshi ..”setelah semalam, kau perlu istirahat” dan menggaitkannya dengan pemandangan yang dilihatnya tadi pagi di kamar Tegoshi. Kali ini Tegoshi menghianatinya lagi, tidak hanya dengan Koyama tetapi juga dengan PI.


“Massu ga suki…. Dai suki ”
“Eh?”
“Kenapa Eh? Apa Massu tidak menyukaiku?”
“Bukan….Bukan begitu!!! Aku juga….”
“Massu juga…..?”
“Aku juga menyukaimu, Tegoshi”
“Yokatta! Berarti sekarang aku adalah pacarnya Massu?”


Mengenang kembali percakapan mereka 6 tahun yang lalu dan kejadian belakangan ini, air mata kembali menetes. Memaki kebodohannya sendiri, Massu turun dari tempat tidur dan meletak kembali foto Tegoshi yang di pegangnya ketempat semula.

Meski esok tidak ada pekerjaan, ia sangat butuh istirahat. Tapi dengan situasi seperti ini, tidak mungkin baginya untuk tertidur. Mungkin dengan bantuaan obat tidur, ia bisa tidur dan melupakan sejenak masalahnya. Jika ia tak salah, di kotak obat yang ada di dapur, masih tersimpan obat tidur yang pernah dipakai oleh ayahnya beberapa waktu yang lalu.

Tak lama, ia kembali ke kamar dengan membawa segalas air dan botol berisi pil obat tidur yang diperlukannya. Pada awalnya ia hanya meminum 2 butir pil tersebut, tapi setelah 30 menit berlalu ia masih terjaga, Massu memutuskan meminum 4 Pil yang tersisa. Toh batasan dipetunjuk pemakaian adalah maksimal 4 pil untuk sekali minum.

Tak lama, matanyapun terpejam membawa kesadarannya kedunia yang sunyi. Tempat ia bisa melupakan semua masalahnya. Bebas dari belenggu perasaan saying dan cintanya terhadap Tegoshi yang akhir-akhir ini sering menyiksa perasaan dan pikirannya.

----~w~----

Masuda Shoko tak bisa memejamkan matanya, perasaannya sama sekali tidak enak. Suara tangis Taka yang sayup terdengar membuatnya tak bisa tertidur. Tetapi kesunyian ini justru membuatnya gelisah. Nalurinya sebagai seorang kakak bisa merasakan ada yang tak beres dengan adiknya. Memutuskan untuk tidak mengabaikan persaannya, Shoko keluar dari kamar dan menuju kamar Takahisa.

“Taka.. Taka.. “ Shoko mengetuk pintu kamar adiknya. Tapi sama sekali tidak ada jawaban.

Merasa tidak ada salahnya mengecek, Shoko membuka pintu kamar dan mendapati adiknya telah tertidur. Namun botol berisi obat tidur di samping tempat tidur menarik perhatian Shoko. Ia pun mendekat kearah tempat tidur dan terkejut mendapati botol tersebut telah kosong. Ia ingat betul bahwa botol itu berisi 6 butir pil dan sekarang botol itu kosong.

“Taka..Taka..” Shoko menguncang-guncang bahu Massu, tapi Massu sama sekali tak bergeming dan merespon.

“Okaaaaaaaaaasaaaaaaaaaaaaaaaannn…..”

----~w~----

Owari…

Uso pyon… XDD

Karena ada sedikit masalah, prolog na baru besok akan di post kan.. XDDD
 
 
Current Mood: amusedamused
 
 
m1zum0ch1
03 January 2012 @ 06:46 am
ta..da... sesuai janji..
part 2 sedikit lebih panjang dari part 1 dan lebih lebay juga..
XDDD
#digampar pembaca yang kecewa



Part 2/3

Judul : Belenggu
Pairing : tegomassu, tegryo, koyatego, and tegopi
(tego maruk, banyak amat pairing na)
Disclaim : standar >w<

Perlahan Tegoshi membuka pintu kamar yang ditempatinya bersama Massu. Satu-satunya cahaya berasal dari lampu tidur yang bersinar redup dari disamping kiri dan kanan tempat tidur ukuran king size yang mendominasi ruangan. Meski remang-remang, Tegoshi masih bisa melihat seisi rungan. Perlahan kakinya melangkah menuju kamar mandi, sambil melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu tanpa memperdulikan tindakannya itu hanya akan membuat ruangan menjadi berantakan. Setelah menutup pintu dan membuka kran, barulah ia bisa melepaskan tangis yang tertahan.

Ia telah menghianati Massu.

Kalimat itu selalu terdengar berulang-ulang dikepalanya. Ia telah melakukan kesalahan besar, menghianati kepercayaan yang diberikan Massu kepadanya.

Seharusnya tadi ia tidak menerima ajakan Ryo untuk minum-minum.
Seharusnya tadi ia segera kembali ke kamar
Seharusnya tadi ia ……

Dan ratusan “seharusnya” berkelebat di dalam pikirannya…

Pesenyalan memang selalu datang terlambat. Meski menangis darah, waktu tak kan dapat diputar kembali, agar ia dapat memperbaiki kesalahannya. Air yang membasahi tubuhnya pun tak kan dapat mengembalikan keadaan seperti semula. Nasi telah menjadi bubur. Ia bukan lagi Tegoshi Yuya yang dulu. Ia bukan lagi Tegoshi Yuya yang hanya pernah di sentuh oleh seorang Masuda Takahisa. Ia bukan lagi orang yang sama. Bagaimana caranya ia menghadapai Massu?

Menarik handuk yang telah di sediakan oleh pihak hotel, Tegosi berusaha menghapus jejak air mata yang tertinggal. Dengan langkah berat, ia keluar dari kamar mandi dan menuju tempat tidur. Pikiran dan fisiknya sangat lelah. Istirahat akan baik bagi tubuhnya.

Namun….

Tubuhnya membeku disamping tempat tidur. Matanya tak lepas memandang sosok Massu yang tertidur. Massu sudah kembali? Sejak Kapan Massu ada dikamar? Apakah Sembelum ia masuk atau ketika ia berada di kamar mandi. Melihat Massu yang tertidur pulas, kelihatannnya Massu telah lama kembali ke kamar dan tertidur.

Matanya menatap wajah Massu, dan rasa bersalah kembali menghantamnya Ketika melihat jejak air mata di wajah massu yang putih. Massu pasti mengetaui perbuatannya. Massu tadi pasti mencarinya dan mengetahui kebersamaannya dengan Ryo.

Tanpa disadari air mata kembali mengalir dipipi. Kedua kakinya tak kuat menyangga bobot tubuhya, membuat ia berlutut disamping tempat tidur. Dengan tangan gemetar, ia menyentuh lengan piyama yang di pakai Massu. Membenamkan muka di permukaan kasur, dan mengucapkan kata maaf berulang-ulang dengan suara gemetar karena tangis.

Massu memperhatikan tegoshi yang berlutut dilantai dan menangis sambil mengucapkan kata-kata maaf. Meski ingin sekali memarahi, memaki dan mungkin menampar Tegoshi untuk melepas sakit hatinya, tapi ketika melihat Tegoshi yang ada di hadapannya, terlihat begitu rapuh dan menyesal, hatinya pun tak tega. Pasti ada alasan kenapa Tegoshi meghianatinya. Memutuskan untuk mencari tahu, Massu berusaha mengensampingkan amarahnya.

“Tegoshi…..”

Suara Massu mengagetkan Tegoshi. Reflek ia menatap Massu.

“Tegoshi…” Meski tak terucap tapi tanya jelas terdengar di suara Massu

Tak dapat menahan diri, Ia pun memeluk Massu. Membenamkan diri dalam pelukan Massu yang menantinya.

“Tegoshi… ?”

Lagi-lagi Tegoshi tak berani menjawab. Ia bisa menangkap tanya dalam suara Massu. Dan ia sangat takut sekali. Takut akan amarah dan kehilangan Massu, hal yang seharusnya pantas ia terima. Tapi tidak… Ia masih belum ingin kehilangan Massu meski hanya untuk satu malam saja. Menmanfaatkan kebaikan hati Massu, Ia semakin membenamkan diri dalam pelukan hangat yang tak seharusnya ia terima lagi. Yang terdengar dari bibirnya hanyalah isak tangis dan kata maaf.

Massu menghela nafas berat dan menyadari tak mungkin mengajak Tegoshi bicara saat ini. Memeluk tubuh Tegoshi dan mengelus rambutnya yang halus, Massu berusaha menenangkan Tegoshi. Situasi yang ironis, karena saat ini seharusnya Massu lah yang mendapatkan penghiburan, bukan sebaliknya.

----~w~----

Tegoshi perlahan membuka kedua matanya. Hal yang pertama dilihatnya adalah dada milik Massu yang sangat di kenalnya. Ia bisa merasakan tangan Massu yang mengelus rambutnya. Massu telah terjaga dan ingin berbicara dengannya. Ia tahu itu. Sadar tak kan mungkin lari lagi, Tegoshi tetap diam dan tak bergerak, sama sekali tidak berani memandang wajah Massu.

“Sekarang katakana kepadaku … kenapa?”

Tegoshi membeku dalam pelukan Massu.

Hening memecahkan kesunyian kamar, sampai pada akhirnya..

“Setelah memintamu untuk membeli obat, aku bermaksud untuk kembali ke kamar” Tegoshi mulai bercerita, “tetapi aku bertemu dengan Nishikido-kun di lift dan ia mengajakku menemaninya minum-minum, karena katanya dia sedanga ada masalah dan butuh teman untuk berbicara. Pada awalnya aku menolak, tapi Nishikodo-kun memaksa dan akhirnya… “

Sesaat pegangan tangan Massu mengetat di rambut Tegoshi, walaupun tindakan itu membuat kepalanya sakit, tak sedikit pun Tegoshi bergerak atau pun mengeluh. Ia pantas menerimanya, bahkan jika Massu marah dan memukulnya pun, ia masih terima.

“Apakah kau sudah tidak mencintai ku lagi?”

Tersentak, Tegoshi menengadah dan untuk pertama kalinya sejak semalam, ia menatap mata Massu.

“Jika kau tidak mencintaiku lagi, maka katakanlah dengan jujur. Jangan melakukan tindakkan seperti ini. Meskipun kau pernah berjanji akan menjaga hatiku, tapi jika kau tidak mengingikannya lagi, tolong kembalikan hati itu baik-baik kepadaku. Jangan di lemparkan.”

“ Tidak…” isak Tegoshi. “Aku tidak akan mengembalikannya. Yang aku cintai hanya Massu! “ Tegoshi semakin erat memeluk Massu.

“Tapi kenapa… “ Kali ini jelas suara Massu di warnai tangis.

“Maaf.. maaf…” Tangis dan pelukan Tegoshi semakin keraa, “ Aku tahu kata maaf tidak akan bisa mengembalikan keadaan. Tapi aku tidak ingin kehilangan Massu. Kau boleh memukulku, mencaciku ataupun memarahiku, tapi jangan pergi. Jangan tinggalkan aku”

Hening menikam kesunyian tangis keduanya..

“Massu… please…. Beri aku kesempatan satu kali lagi. Dan aku berjanji akan menjaga hatimu baik-baik, seperti halnya kau menjaga hatiku..”

Massu menatap Tegoshi dari balik tirai airmatanya. Haruskah ia memberikan kesempatan sekalai lagi kepada Tegoshi. Beranikah dia mempertaruhkan hatinya lagi?

-----~w~-----

Meski tak ada kata memafkan dari Massu, tapi hubungan mereka masih berjalan. Tegoshi tak pernah lagi memeluk atau pun mencium member NewS yang lain jika bukan di atas panggung. Ia sama sekali tidak ingin membuat Massu semakin tidak mempercayainya. Ia bahkan memarahi Ryo setelah turun dari panggung dan masih mengenakan kontum Alice yang dikenakannya. Tapi kemarahannya hanya di tanggapi tawa oleh Ryo. Membuat Tegoshi benar-benar ingin mengirim Ryo ke Antartika.

Untunglah konser telah usai, sehingga Tegoshi tidak harus sering bertemu dengan member NewS yang lain kecuali Massu. Selain pertemuan pribadi, keduanya juga sering bertemu untuk persiapan single terbaru Tegomassu, “Aoi Bench”. Meski perlahan, hubungan mereka kembali dekat dan yang membuat Tegoshi bahagia adalah ketika Massu, untuk pertamakalinya setelah kejadian di hotel, menciumnya di malam tahun baru.

Memasuki tahun 2011, kesibukan mulai menyita waktu Tegoshi. Terutama syuting untuk Dorama Deka Wanko dan Itte Q. Bertemu dengan Massu, hanya ketika Tegomassu punya kegiatan bersama, apakah untuk acara radio ataupun televisi guna promo single Aoi Bench. Sama sekali bukan keadaan yang baik untuk hubungan yang rapuh.
Seakan tak cukup, gempa maret 2011 semakin memperparah keadaan. Karena rumah keluarganya rusak parah, Massu lebih memfokuskan perhatiannya kepada keluarga. Hal ini bukannya Tegoshi tidak mengerti, tapi ia merasa Massu semakin menjauh. Dan ia pun mulai bertanya-tanya, haruskah hubungannya dengan Massu dilanjutkan, jika dalam kenyataannya mereka tidak semakin dekat tetapi malah semakin menjauh. Kedekatan yang sempat dirasakan di awal tahun, sekarang hilang entah dimana. Haruskah ia mengembalikan hati Massu kepada pemiliknya?

----~w~----

Bersambung…. ^^

Mohon kritikan dan sarannya.. *bow*
 
 
m1zum0ch1
02 January 2012 @ 08:04 am
Iseng-iseng nulis ff ini gara2 smsan dengan teman. Nama na dirahasiakan, tapi pasti ngerasa deh pas baca ni ff geje. ini FF juga ga di post kan di FB karena permintaannya..

dozou..


Judul : Belenggu
Pairing : tegomassu, tegoryo, koyatego, and tegopi
(tego maruk, banyak amat pairing na)
Chapter : 1/3
Disclaim : standar >w<’b


“Massu ga suki…. Dai suki!!”

Masuda Takahisa menatap foto tegoshi yang ada di meja samping tempat tidurnya. 6 tahun yang lalu, setelah pernyataan cinta dari tegoshi, mereka resmi berpacaran.
Seperti halnya orang yang baru berpacaran, hubungan mereka sangat dekat, tapi seiring waktu jalan yang dilalui pun semakin berbatu. Sering dia harus menahan perasaan ketika tegoshi memeluk ataupun mencium koyama, ryo dan pi karena menurut tegoshi itu hanya demi fans, tidak lebih.

“Kei-chan itu sudah seperti kakak bagiku, Ryo kan memang selalu begitu. Hentai!. Kalau pi, aku hanya mengaguminya sebagai senior.”

Demi fans dan kata-kata itulah yang disodorkan tegoshi kepadanya. Pembenaran demi semua perbuatan. Jika saja dia lebih pandai berbicara dan mengungkapkan perasaannya terhadap tegoshi serta berani mengambil sikap tegas. Mungkin semuanya akan baik-baik saja, mungkin dia tidak akan mengurung diri saat ini dikamar sambil menatap foto tegoshi, menangis dalam kesunyian.

----~w~----

2010, konser NEWS Live Live Live
Hotel

“Shige… shige..” Shige menoleh dan melihat Massu yang berjalan cepat kearahnya. Ramen yang hendak dimakan terhenti antara mangkok dan mulutnya.

“Shige, apa kau melihat Tegoshi?“ Tanya Massu ketika sampai di depan Kato Shigeaki.

“Tegoshi? Tadi aku melihatnya dengan dengan Ryo. Coba saja kau cek ke kamar Ryo. Ada apa?”

“Ah, tadi Tegoshi mengeluh sakit kepala dan memintaku untuk membeli obat,” jawab Massu dan memperlihatkan kantong berisi obat yang baru di belinya. “Ok. Aku akan liat ke kamar Ryo. Ja “

Meninggalkan Shige yang melanjutkan makan ramen, Massu segera menuju ke kamar Ryo. Sepanjang perjalanan menuju kamar Ryo yang hanya terpisah 5 lantai dari posisinya di lantai dasar, Massu merasakan firasat yang tidak baik. Tegoshi dan Ryo bukanlah kombinasi yang baik jika hanya berdua saja. Memikirkan hal tersebut, langkahnya pun di percepat.

Tak lama Massu telah berdiri di depan kamar hotel Ryo. Gerakan tangannya yang hendak mengetuk pintu terhenti ketika telinganya menangkap suara yang sangat di kenalnya. Massu membeku di depan pintu, tidak mungkin ia salah mengenali suara itu. Ia sangat kenal suara itu, meski lambat karena terhalang dinding dan pintu.

“ aah… Ryo-tan!!! Harder!! ”

“ Apakah kau suka seperti ini tegonyan?”

“yes..yes..”

Itulah pertamakalinya Massu mengetahui ketidaksetian tegoshi. Meski tidak melihat, tapi ia tahu apa yang terjadi dibalik pintu yang tertutup itu. Jika hanya pelukan dan ciuman, mungkin masih sanggup ia tanggung. Tapi lebih dari itu…. Massu sama sekali tak sanggup. Ia pun berbalik kembali ke kamarnya. Mengurung diri untuk menceritakan lukanya kepada keheningan.

Bersambung ^^'b

----~w~----

belum..
ff ini belum tamat, sengaja di bikin jadi beberapa chapter karena chapter 3 belum selesai...

ps : merinding nulis adengan tegoshi dan ryo na
hohohohoho....

*digampar karena nulis ff na pendek bgt* XDD
 
 
Current Mood: blankblank
 
 
m1zum0ch1
20 December 2011 @ 10:05 am
when my friend told me that tegoshi cosu as cheerleader, i got curious and then try to edited his picture...

and.. here he is..
tegoshi yuuko and cute massu bear..


 
 
Current Mood: happyhappy
 
 
 
m1zum0ch1
19 December 2011 @ 12:58 pm
because i can't post a pic or anything in my lj since three days ago, so just put this pic as a test.. XDD



 
 
m1zum0ch1
08 November 2011 @ 12:03 pm
i still remember ...
end of december 2007
my friend send me a dvd,
full with pv from j-entertainment such ayumi hamasaki, utada hikaru, chemistry, arashi, KAT-TUN, NEWS and Tegomassu
there is a short clip from "NEWS Pasific Consa" too..

that's the first time i saw you..
i don't know why...
when first time i saw you. even though i don't know who you are, i couldn't take my eyes away from you.

the next time i saw you is in magazine "animonster".
Masuda Takahisa...
that's your name

since then i always want to know all about you. i started looking for all NEWS an Tegomassu stuff. PV, consa, picture, even your clip from your junior days in JE. :)

because of you...
i meet with new friend and "new family"
it's make my small world become wider

even though you don't know who i am..
i want to say:

thank you for comforted me when i sad
thank you for encourage me when I'm down
thank you for added a new color in my life

kokoro no hounto ni arigatou gozaimassu

happy 13th years in JE
massu



 
 
Current Mood: bouncybouncy
 
 
m1zum0ch1
08 October 2011 @ 03:32 pm
NEWS  
9 member





8 member




7 member




6 member




4 member




pic cr to : the rightful owner
 
 
Current Mood: sadsad
 
 
m1zum0ch1
History of the earthquake in Padang, West Sumatra, Indonesia.


2005: April (6.5 SR)
2007: October (7.2 SR)
2009: 30 September (the government said 7.9 SR)

year: 2005
when the earthquake happened, I just got home from the hospital.

year: 2007
one day before Ramadan. Our family will have dinner.

Year: 2009
Time : 5:16 pm
at that time just me and mom at home. Father was still working and my youngest sister at the school. One hour after the quake, my father came home. his clothes and car covered with dust. My father's repair shop collapsed because the earthquake. Then we get news that my youngest sister schools also collapsed and there are two students who become victims. We are very scared because my sister still has not returned. Father finally went to find my sister, but can't find her. It makes us very anxious. We are afraid that she become the victims too. Alhamdulillah. Thanks god, finally my sister came home at 8 pm.

From her story, we know that many buildings in downtown, collapsed. Market collapsed and burned, causing dozens of people trapped inside, died. As well as several hotels, schools and tutoring centers collapsed and caused many died.

I do not want to repeat that experience again ...

Hopefully no more earthquakes > / \ <


but

viewed : every 2 years there is an earthquake in Padang.
So 2011:?
 
 
Current Mood: depresseddepressed
 
 
m1zum0ch1
13 September 2011 @ 01:06 pm
????  
I'm sure you've heard rumors about Massu will play as mamoru chiba in "sailor moon" new dorama

at first i didn't believe the rumors ..
but after seeing the latest Massu's picture ...
with his new hair ...






imagine this is not red hair massu
but black hair massu
his haircut similar to mamoru chiba ..

maybe it's not a rumor ?

XDDD

This is only my opinion ...
because I miss him play a role in dorama :(
 
 
Current Mood: amusedamused